Setiap Trading pasti ada namanya resiko, resiko kehilangan modal main (keseluruhan) atau resiko stop-loss. Trader yang bijak selalu menggunakan stop-loss untuk mengurangi resiko kerugian yang lebih besar.

Akan tetapi, stop-loss juga bisa digunakan sebagai kunci untuk mengamankan profit. Strategi ini disebut dengan Trailing Stop. Apa itu TRAILING STOP? TS yaitu menggeser titik stop loss ke harga entry (BEP) atau menggeser titik stop loss berada di atas harga entry (Trailing Stop plus) untuk mengunci profit.

Kapan kita harus menerapkan strategi Trailing Stop?

  1. Ketika harga sudah naik 1:1 dengan jarak stoploss. Di Grup Sinyal, kita selalu berikan informasi ketika harga menyentuh Take-Profit 1 (TP 50%). Kita sarankan untuk menaikkan stop-loss ke harga entry
  2. Ketika harga terus naik, kita geser lagi stop-loss nya di titik invalidasi. Sehingga, ketika harga tidak menyentuh titik invalidasi dan harga terus menanjak. Kita akan mendapatkan profit maksimal

Jadi, tangkapan mudahnya TRAILING STOP = Geser-geser Stop-loss ke titik invalidasi untuk ****mendapatkan profit maksimal. Berikut contoh ilustrasinya:

image.png

Jadi, setiap akan geser stop-loss. Cancel dulu stop-loss sebelumnya, atur lagi stop-loss nya dengan update terbaru. Dengan begitu, selama harga turun tapi tidak menyentuh TRAILING STOP dan harga kembali naik, kita akan mendapatkan PROFIT MAKSIMAL.

Ilustrasi lain

image.png

Temukan artikel lainnya disini: Homepage CC-Chill

Semoga bermanfaat.